- Sdr. Abdullah “Abdul Rahman Haryanto” Syah dinobatkan menjadi Sultan Jailolo masa kini, para keturunan Sultan Doa yang tersebar di mana-mana yakni di Tidore (Soa Sambelo, Mareku dan Toloa), pulau Ternate (Dufa-Dufa), pulau Moti, pulau Makian dan di pulau Ambon sesuai alur dalam daftar sisilah tersebut, mereka seakan telah menutup diri untuk memikirkan “ke-Jailolo-an” nya.
- Recently the news reached us,that one of the 4 sultans of the North-Moluccan;Sultan Abdullah Syah of Jailolo;has been deposed by his paramount overlord Sultan Mudafar Syah II of Ternate. That happened 20-11-2010. The story is like this: Before Jailolo was an independent kingdom. Ca. 1550 Jailolo came under the influence of Ternate.
- Menelusuri dan membahas jejak sejarah kesultanan Jailolo, menjadi lebih menarik akhir-akhir ini, setelah dinobatkannya Srd. Abdullah Abdul Rahman Haryanto Syah menjadi Sultan Jailolo yang dilakukan di dalam keraton kesultanan Ternate atas prakarsa Sri Sultan Ternate ; H. Mudafar Syah II pada beberapa tahun yang lalu.
- Pada paragraf 4 bagian akhir dikatakan "Sanger dan Sultan Jailolo, Katara Bumi sebagai koordinator handal di Sulawesi dan Kalimantan". Kolano Katarabumi tidak pernah diatur/di koordinasi oleh Babulah. Katarbumi berkuasa di Jailolo (1521-1534) dan menjadi kolano terkuat di Maluku Utara.
- Sdr. Abdullah “Abdul Rahman Haryanto” Syah dinobatkan menjadi Sultan Jailolo masa kini, para keturunan Sultan Doa yang tersebar di mana-mana yakni di Tidore (Soa Sambelo, Mareku dan Toloa), pulau Ternate (Dufa-Dufa), pulau Moti, pulau Makian dan di pulau Ambon sesuai alur dalam daftar sisilah tersebut, mereka seakan telah menutup diri untuk memikirkan “ke-Jailolo-an” nya.
- Pengakuan tentang masih berdirinya Kesultanan Loloda disampaikan secara tidak langsung oleh Sultan Nuku yang kembali membangun Kerajaan Jailolo dengan mengangkat Muhammad Arif Billa sebagai Sultan Jailolo. Dalam suatu surat Sultan Nuku kepada Gezaghebber Ternate menjelaskan bahwa pengangkatan Raja Jailolo itu juga didukung oleh Raja Loloda.
- Sultan Jailolo Al Hajj Kaicil Muhammad Shiddiq saat menghadiri prosesi penggantian batu nisan mendiang Sultan Ternate Almarmum H. Mudaffar Sjah.
- Sultan Nuku Amiruddin of Tidore promised to restore Jailolo sultanate, if the Jailolo royals helped him and he cound be installed as Sultan of Tidore (against the wish of the Dutch). And it was done in 1797. Three Sultans of Jailolo ruled from 1798 until 1832; nearly non-stop ; the last 2 ruled in N-Ceram.
- Sdr. Abdullah “Abdul Rahman Haryanto” Syah dinobatkan menjadi Sultan Jailolo masa kini, para keturunan Sultan Doa yang tersebar di mana-mana yakni di Tidore (Soa Sambelo, Mareku dan Toloa), pulau Ternate (Dufa-Dufa), pulau Moti, pulau Makian dan di pulau Ambon sesuai alur dalam daftar sisilah tersebut, mereka seakan telah menutup diri untuk memikirkan “ke-Jailolo-an” nya.
IBUNYA ADA DI TABBUAKKANG DESA KATANGKA, BERDEPANAN MARIANA DAENG. BAPAKNYA PEMAIN ELEKTON. MENANTU KESAYANGAN ANDIKA DAENG MANGUNG.
Jumat, 13 Desember 2019
SEJARAH SINGKAT KERAJAAN/KESULTANAN JAILOLO
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar